YUK, RAME2 BIKIN ECO-ENZYME BIAR BUMI PULIH KEMBALI

 

Penampakan proses fermentase Eco Enzyme dalam ember, terlihat jamur pitera

 

Eco Enzyme adalah hasil dari fermentasi limbah dapur organik seperti ampas buah dan sayuran, gula (gula coklat, gula merah, atau gula tebu), dan air. Warnanya coklat gelap dan memiliki aroma fermentasi asam manis yang kuat.

Eco Enzyme bisa menjadi cairan multiguna (sejuta manfaat) dan aplikasinya meliputi rumah tangga, pertanian dan juga peternakan. Pada dasarnya, Eco Enzyme mempercepat reaksi bio-kimia di alam untuk menghasilkan enzim yang berguna menggunakan sampah buah atau sayuran. Enzim dari “sampah” ini adalah salah satu cara manajemen sampah yang memanfaatkan sisa-sisa dapur untuk sesuatu yang sangat bermanfaat. Cairan ini bisa menjadi pembersih rumah, maupun sebagai pupuk alami dan pestisida yang efektif.

Karena kandungannya, Eco Enzyme memiliki banyak cara untuk membantu siklus alam seperti memudahkan pertumbuhan tanaman (sebagai fertilizer), mengobati tanah (menghilangkan bahan2 kimia), dan juga membersihkan air yang tercemar, serta meningkatkan kualitas udara. Selain itu bisa juga ditambahkan ke produk pembersih rumah tangga seperti: shampoo, pencuci piring, deterjen, dll.
 

Ratio Pembuatan Eco Enzyme adalah
Gula : Sampah buah/sayur segar : Air bersih =  1 : 3 : 10
Contoh: Air 10 liter, Sampah buah/sayur 3 kg, Gula 1 kg

 

Tips membuat Eco Enzyme:

1. Pilih wadah plastik bertutup (kedap) yg hendak digunakan dan sudah diketahui besarnya kapasitas wadah, misalnya kapasitas wadah 10 liter air.

2. Isi wadah tersebut dengan air bersih (sumur, PAM, dsb.) sebanyak 60% dari volume wadah tadi, berarti diisi air 6 liter (ekuivalen berat 6 kg).

3. Tuang gula (molases atau bisa juga gula merah atau gula aren atau gula tebu, jangan gula pasir) sebanyak 0,6 kg, kemudian diaduk hingga rata.

4. Masukkan sampah organik kulit buah/sayur segar sebanyak 1,8 kg.

5. Tunggu proses fermentasi berjalan minimum 3 bulan, setelah mencapai 90 hari sudah bisa dipanen sebagai Eco Enzyme.

 

1. Wadah apa yg cocok buat eco enzyme?
Wadah yg disarankan adalah wadah plastik, jangan memakai wadah toples kaca, karena di bulan pertama fermentasi akan menghasilkan gas (alkohol/ngarak) dan bisa beresiko pecah, dan juga tidak dianjurkan memakai wadah bahan logam, karena hasil akhir dari fermentasi adalah asam (PH dibawah 4) nanti bisa berkarat.

2. Air apa yg bagus untuk buat eco enzyme?
boleh pakai air yg bersih ,misalnya :
- air sumur
- air hujan
- air AC
- air PDAM (kalo kaporitnya tinggi harap diendapkan dulu 2 s/d 3 hari)

3. Gula apa saja yg boleh untuk bikin fermentasi eco enzyme?
Dianjurkan memakai gula yg alami :
- gula merah
- gula aren
- gula kelapa
- gula hitam
- gula tebu
- tetes tebu atau molases

- gula lontar
 (asalkan tidak memakai gula pasir, karena gula pasir bukan gula murni)

4. Sampah organik yg bisa dimanfaatkan membuat eco enzyme:
- mentah / raw / belum terolah
- tidak keras (biji, batang pohon, kulit duren, dll.)
- tidak kering (kulit salak, daun jagung, kulit bawang, dll.)
- tidak berlemak (daging duren, daging alpokat, kelapa, dll.)
 

Proses bikin Eco Enzyme dapat mempergunakan wadah galon air mineral yg dilengkapi selang dengan botol kecil tempat pembuangan gas alkohol secara otomatis tanpa harus kita kendalikan di 2 minggu awal pembuatan.

Bahan 'sampah' organiknya harus dirajang agar tidak menyulitkan mengeluarkan ampas ketika panen 3 bulan.


Cara mengawali bikin Eco Enzyme

Perbandingan yg harus selalu diingat adalah:
* gula 1 bagian
* bahan organik 3 bagian
* air 10 bagian

Langkah - langkah:
1. Siapkan wadah, ukur berapa kapasitas wadah, isi dengan 60% air
Misal kapasitas wadah 20 liter, maka air yg dibutuhkan adalah 12 liter.
2. Timbang molase/gula merah 1,2 kg masukkan ke dalam wadah yg sudah diisi air, aduk rata.
3. Timbang kulit buah & sayur segar sebanyak 3,6 kg masukkan ke dalam larutan gula tadi, aduk rata, dan tutup rapat.
4. Apabila bahan organik (sampah kulit buah & sayur segar) masih mengapung di atas air, maka di minggu pertama kita bisa aduk atau bahan organik tersebut tekan ke dalam larutannya agar terendam dengan supaya fermentasinya lebih sempurna.
5. Bagi yg membuat dengan wadah permukaan tutup yang kecil (botol kemasan aqua, dirigen, galon, dll.), disarankan untuk membuka setiap hari selama dua minggu hingga gasnya berkurang.
Biasanya tiap bahan akan menghasilkan gas yg berbeda dan gas yg paling banyak ada di minggu pertama dan minggu ke dua, memasuki minggu ke tiga dan ke empat sudah mulai sedikit.
Maka disarankan agar kita bisa menggunakan wadah seperti drum, ember, toples yang permukaan tutupnya cukup luas dan memudahkan pelepasan gasnya melalui pori pada tutupnya. Jadi tidak perlu buka-tutup untuk mengeluarkan gasnya sampai masa panen (3 bulan).
Selama proses fermentasi 3 bulan, ada 3 tahapan: Sebulan pertama adalah tahap Alkohol (arak), sebulan kedua adalah tahap Cuka Asam, dan sebulan ketiga adalah tahap enzim. Selama 2 bulan pertama jangan ditaruh dalam ruangan kamar atau ruangan tertutup agar tidak terhirup manusia. Bulan ketiga (1 bulan terakhir) sudah bisa ditaruh di dalam ruangan.

Kadang ada lapisan putih di permukaan larutan. Jika cacing muncul tambahkan gula segenggam, aduk rata kemudian tutup rapat.
Setelah 3 bulan, saring Eco Enzyme menggunakan kain kasa atau saringan, cairannya yg bersih bisa disimpan lama ke dalam botol2 Aqua 1,5 liter dengan tutup rapat (selalu kedap), tidak ada kadaluwarsanya.
Residu dapat digunakan lagi untuk batch baru produksi dengan menambahkan sampah segar. Residu juga bisa dikeringkan, kemudian diblender dan dikubur di dalam tanah sebagai pupuk alami.

 

Ada 4 penjual molases (gula tetes tebu) di Surabaya:
@ pak Chris di ketintang, +6281237766679
@ pak Kardy di dharmahusada, raya bukit darmo, +6285975001100
@ pak Minoto, di ploso timur 6/8 surabaya, +6285330992168
@ pak Oni di rungkut, +6281903788900

@ bisa juga beli di Toped atau Shopee (bu Rini, Surabaya)

Resep Sejuta Manfaat Eco Enzyme

(note: 1 tutup botol Aqua ekuivalen 5 ml air)

Warna ideal dari eco enzyme adalah coklat gelap. Jika berubah menjadi hitam, tambahkan gula dalam jumlah yang sama untuk memulai proses fermentasi lagi.
Mungkin memiliki lapisan putih, hitam, atau coklat di atas enzim, abaikan saja. Jika anda menemukan lalat dan cacing dalam wadah, biarkan saja dan reaksi kimia enzim akan melarutkannya secara alami.
Manfaatkan sepenuhnya residu EE:
a) Gunakan kembali untuk produksi berikutnya dengan menambahkan sampah segar.
b) Gunakan sebagai pupuk dengan mengeringkan residu, campurkan dan dikubur di dalam tanah.
c) Giling residu, tuangkan ke dalam mangkuk closet, tambahkan gula merah dan siram untuk membantu membersihkan kotoran.
Jika setiap rumah tangga menggunakan sampah mereka untuk menghasilkan enzim ramah lingkungan, maka itu dapat menghentikan limbah dapur dari polusi tanah kita (gas methana) dan sementara itu mengurangi pemanasan global. Kita dapat membantu mengubah iklim.

 

Eco Enzyme dapat disimpan bertahun-tahun tidak akan pernah kadaluwarsa, dan jangan simpan di kulkas!

 

Sejuta manfaat Eco Enzyme

 

Proses produksi Eco Enzyme menghasilkan gas O3 (ozon) sehingga dapat mengurangi CO2 di atmosfer dan logam2 berat di awan yg memerangkap panas. 1 liter EE dapat memurnikan 1000 liter air sungai yg terkontaminasi.
Proses EE 2 bulan sudah bisa menghilangkan bau pipis anjing, kucing, dsb.
EE ditambah air dapat menggantikan odol untuk gosok gigi, dan bisa untuk obat kumur menghilangkan sariawan (tidak boleh ditelan). Sebagai obat luar untuk infeksi kulit, mengobati luka, membersihkan minyak. Juga dapat untuk mengusir kecoa, lalat, nyamuk, tikus.
Rendam kaki dengan EE untuk detox (selama 20-30 menit) yaitu melancarkan peredaran darah sehingga meningkatkan kualitas tidur (mengatasi insomnia).
Taruh botol2 berisi EE di bawah ranjang tidur, niscaya dapat menghilangkan kuman2 di udara.

Eco Enzyme sebagai penghasil ion negatif, memancarkan ion negatif di lingkungan sekitarnya.
Dapat melawan 6 jenis kuman: keracunan makanan, muntaber, radang paru-paru, diare, peradangan pencernaan, peradangan kantung kemih.

 

Standar Eco Enzyme yg baik adalah:

-  pH dibawah 4,0

-  aroma asam segar khas fermentasi

 

Manfaat ion negatif (muncul setelah berumur 45 hari sejak tanggal pembuatan EE dimulai)
- meningkatkan sistem imunitas tubuh.
- memperbaiki sirkulasi darah dan menguatkan sistem kerja jantung.
- memperbaiki kualitas tidur.
- melegakan sakit yang berhubungan alergi dan pernapasan.
- sebagai antipolutan dan sterilisator.
- mengurangi stres dan kelelahan.
- dapat meningkatkan aliran oksigen ke otak, sehingga dapat meningkatkan kewaspadaan, meningkatkan energi dan mengurangi kantuk.
- juga dapat menghilangkan kuman di udara serta partikel penyebab iritasi udara, hingga dapat mengurangi gejala iritasi saluran napas.
- diperkirakan dapat mengurangi dan mengeliminasi alergen dari udara, namun penelitian belum menunjukkan hasil yang positif untuk hal ini.
Kesimpulannya, fungsi ion negatif ternyata sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan tubuh dari kuman, bakteri, dan virus. Manfaat ion negatif lainnya adalah akan meningkatkan sistem aliran darah, menurunkan stres, menjaga stamina tubuh, dan yang utama membuat tubuh lebih rileks.

 

Den Vincent bikin Eco Enzyme ke dalam tangki air plastik kapasitas 250 l, 500 l, 1000 l, 1500 l

Dengan membuat Eco Enzyme, kita telah berpartisipasi mengurangi beban bumi sekaligus menerapkan gaya hidup minim kimia sintetis

 

 

Mama Enzyme yg berupa jelly bisa terjadi sebagai bonus karna sangat jarang diperoleh.
Karna mengandung banyak mineral antara lain bisa mengurangi rasa sakit seperti pegal2, pening, dan mendinginkan kulit luka bakar; dengan cukup ditempelkan di bagian tubuh kita yg bermasalah. Setelah selesai pakai kemudian dibersihkan dengan air bersih layak minum.

 

Bila muncul MAMA ENZYME:

1. Setelah panen dipindah ke wadah lain.

2. Masukkan air minum 1 bagian, lalu molases 10% dari bagian air minum tadi. Aduk rata barulah masukkan Mama Enzyme. Pastikan Mengambang. Jika masih tenggelam, tambahkan sedikit molases.

3. Posisi penyimpanan di ruang keluarga/kamar tidur, karena sebagai filter udara.

 

Mama Enzyme untuk Pengobatan:

Manfaat pengobatan setelah ME ditempelkan ke luka orang tersebut masih bisa dipakai lagi. Setiap habis pakai harus dibersihkan dulu.

Caranya:

Siapkan 1 baskom isi dengan air layak minum. Taruh ME ke baskom selama 3-4 jam. Barulah kemudian dikembalikan ke wadah asalnya. Dan apabila hanya untuk masker muka atau menempel di punggung orang, maka habis pakai ME harus dibilas dengan air bersih layak minum sebelum dikembalikan ke wadah asal (minimal diistirahatkan 1 bulan sebelum nantinya dipakai lagi untuk kompres lagi seperti tadi).

 

 

Rumus F2 (fermentasi kedua) 80:10:10

 

Jumlah EE-F1 = 80% dari kapasitas wadah.

Jumlah BO = 5-10% dari jumlah EE-F1.

Sisanya ruang kosong.

Misalnya:
🌼 Botol ukuran 1 liter maka
 - 800 ml EE-F1.
 - 100 ml bahan yang diinginkan (daun pandan, bunga melati, bunga mawar, bunga lily, dsb.)
 - sisanya ruang kosong.
Kemudian tutup rapat, Fermentasi 1 bulan lagi. Jadi lama F2 (fermentasi kedua) minimum 1 bulan.

 

 

Tips BO untuk kesehatan kulit:

3 daging papaya masak + 2 daging pisang + 1 kulit pisang + 30 ml air jeruk nipis/lemon.

Menggunakan gula aren.

Cara pemakaian EE kesehatan kulit: 2 ml ee + 100 ml air, bisa untuk toner, mencuci muka, masker, dll.

Contoh:

Wadah 17 liter: air 10 liter, gula aren 1 kg, dan BO 3 kg terdiri:

daging papaya masak 1,5 kg

daging pisang               1 kg

kulit pisang                  0,5 kg

30 ml air jeruk nipis/lemon.

 

https://www.youtube.com/watch?v=MxrETF2yuIQ

 

https://www.youtube.com/watch?v=4CwR3tn39cE

 

https://www.youtube.com/watch?v=o5S07wcvToc

 

https://www.youtube.com/watch?v=0dILDlxVE-c

 

 

 

         

 

 

Powered by:  SECAPRAMANA.Net.Inc.  Copyright@2000  All Rights Reserved